Senin, 10 Oktober 2016

RESENSI BUKU



     RESENSI BUKU
 Perkenalkan nama saya Darma Wogisfry saya siswa  SMP N 16 Medan disini saya akan merensensi buku yang berciri-ciri sebagaiberikut :
Judulnya                     : LegendaBatuMenagis
Penerbitnya                        : Bintang Indonesia Jakarta
Jumlah Halaman                   : 24Halaman
TahunTerbit                        : 2010          
          Berikut ini akan saya ceritakan resensi mengenai :
                            
                    LEGENDA BATU MENANGIS

            Dahulu, di suatu bukit yang jauh dari desa, di daerah Kalimantan. Hiduplah seorang janda miskin danseorang anak gadisnya. Takada yang tahu mengapa janda ini hidup bersama anaknya di lereng gunung yang terpencil, jauh dari keramaian.

 Janda itu bernama Mak Dasah dan anak gadisny abernama Jelita. Suami Mak Dasah telah meninggal semenjak Jelita berumur satu tahun. Sebelumnya sudah bertahun-tahun mereka berumah tangga namun belum dikaruniai anak. Ketika mereka sudah berusia lanjutlah justru mereka dikaruniai anak perempuanya itu Jelita.

Mak Dasah sangat sayang kepada Jelita sampai-sampai ia mengorbankan segalanya buatan anaknya si Jelita walaupun Mak Dasah sudah tua tetapi ia tetap bekerja keras demi memenuhi kebutuhan sehari. Suami Mak Dasah banyak memberikan peninggalan kepada Mak Dasah dan juga anaknya si Jelita seperti rumah yang mereka tempati dan pohon pisang yang sekarang juga diurus oleh MakDasah.

Mak Dasah sangat saying kepada anakny aapalagi pada saat anaknya sedang sakit ia rela bekerja banting tulang untuk mencari uang untuk membeli obat anaknya.
           
                 Hari demi hari berlalu dan Jelita pun tumbuh semakin dewasa begitu  pula  dengan Mak Dasah yang semakin tua. Tapi sayang sekali si Jelita yang sangat dikasihi oleh ibunya itu memiliki perilaku yang buruk. Gadis amat pemalas dan tak pernah membantu ibunya di rumah.
           
                 Setiap permintaan dari Jelita harus dikabulkan oleh ibunya ia tidak peduli ibunya ada uang maupun tidak ada. Hingga suatu hari Jelita memaksa ibunya untuk membelikan baju baru untuknya di pasar walaupun Mak Dasah tidak punya uang Jelita tetap memaksa  dan ibunya tetap menurutinya.
           
                  Jalan menuju ke pasar amat jauh dari rumahnya dan melewati jalan yang cukup jauh dan pada saat di perjalanan Jelita jalan di  depan tanpa memperdulikan ibunya yang berjalan di belakangnya, banyak orang yang terkagum akan kecanikan Jelita sampai-sampai pada saat ada beberaa pemuda-pemuda tampan yang bertanya kepada Jelita apakah yang berjaln dibelakngnya ituu adlah ibunya? Tetapi Jelita selalu mejawab tidak dan mengatakan bahwa yang berjalan di belakanngnya itu adalah pembantu/budaknya.
           
                   Mak Dasah sudah memperingatkan Jelita untuk tidak berkata seperti itu lagi tetapi Jelita tetap tidakmau mendengarkannya dan Mak Dasah sudah tidak tahan melihat perilaku anaknya kepadanya dan dan Mak Dasah pun berdoa kepada Tuhan agar menghukum si Jelita anaknya yang durhaka tersebut dan seketika doa Mak Dasah langsung dikabulkan oleh Tuhan perlahan-lahan badan Jelita berubah menjadi batu tapi pada saat badannya baru setengah  yang berubah menjadi batu Jelita memohon ampun kepada kepada ibunya sambil menagis ternyata hal itu tidak berhasil badan Jelita tetap saja berubah menjadi batu hingga seluruh badannya dan menurut orang setempat dikatakan bahwa patung itu masih ada dan tampak jelas patung itu sedang menagis jadi sejak saat itulah disebutkan bahwa ada legenda mengenai Batu Menangis.














Sejauh itulah resensi saya mengenai Legenda Batu Menangis.   
Sekian & Terima Kasih  :) :) :)

#Written By : Darma Wogisfry * IX-5

1 komentar: