RESENSI
BUKU
Perkenalkan nama saya Darma Wogisfry saya
siswa SMP N 16 Medan disini
saya akan merensensi buku yang berciri-ciri sebagaiberikut :
Judulnya : LegendaBatuMenagis
Penerbitnya : Bintang Indonesia Jakarta
Jumlah Halaman :
24Halaman
TahunTerbit : 2010
Berikut ini akan saya ceritakan
resensi mengenai :
Dahulu, di suatu bukit yang jauh dari desa, di daerah Kalimantan. Hiduplah
seorang janda miskin danseorang anak gadisnya. Takada yang tahu mengapa janda
ini hidup bersama anaknya di lereng gunung yang terpencil, jauh dari keramaian.
Janda itu
bernama Mak Dasah dan anak gadisny abernama Jelita. Suami Mak Dasah telah
meninggal semenjak Jelita berumur satu tahun. Sebelumnya sudah bertahun-tahun
mereka berumah tangga namun belum dikaruniai anak. Ketika mereka sudah berusia
lanjutlah justru mereka dikaruniai anak perempuanya itu Jelita.
Mak Dasah
sangat sayang kepada Jelita sampai-sampai ia mengorbankan segalanya buatan
anaknya si Jelita walaupun Mak Dasah sudah tua tetapi ia tetap bekerja keras
demi memenuhi kebutuhan sehari. Suami Mak Dasah banyak memberikan peninggalan
kepada Mak Dasah dan juga anaknya si Jelita seperti rumah yang mereka tempati
dan pohon pisang yang sekarang juga diurus oleh MakDasah.
Mak Dasah
sangat saying kepada anakny aapalagi pada saat anaknya sedang sakit ia rela
bekerja banting tulang untuk mencari uang untuk membeli obat anaknya.
Hari demi hari berlalu dan Jelita pun tumbuh semakin dewasa begitu pula
dengan Mak Dasah yang semakin tua. Tapi sayang sekali si Jelita yang
sangat dikasihi oleh ibunya itu memiliki perilaku yang buruk. Gadis amat
pemalas dan tak pernah membantu ibunya di rumah.
Setiap permintaan dari Jelita harus dikabulkan oleh ibunya ia tidak
peduli ibunya ada uang maupun tidak ada. Hingga suatu hari Jelita memaksa ibunya
untuk membelikan baju baru untuknya di pasar walaupun Mak Dasah tidak punya
uang Jelita tetap memaksa dan ibunya
tetap menurutinya.
Jalan menuju ke pasar amat jauh dari
rumahnya dan melewati jalan yang cukup jauh dan pada saat di perjalanan Jelita
jalan di depan tanpa memperdulikan
ibunya yang berjalan di belakangnya, banyak orang yang terkagum akan kecanikan
Jelita sampai-sampai pada saat ada beberaa pemuda-pemuda tampan yang bertanya
kepada Jelita apakah yang berjaln dibelakngnya ituu adlah ibunya? Tetapi Jelita
selalu mejawab tidak dan mengatakan bahwa yang berjalan di belakanngnya itu
adalah pembantu/budaknya.
Mak Dasah sudah memperingatkan Jelita
untuk tidak berkata seperti itu lagi tetapi Jelita tetap tidakmau
mendengarkannya dan Mak Dasah sudah tidak tahan melihat perilaku anaknya
kepadanya dan dan Mak Dasah pun berdoa kepada Tuhan agar menghukum si Jelita
anaknya yang durhaka tersebut dan seketika doa Mak Dasah langsung dikabulkan
oleh Tuhan perlahan-lahan badan Jelita berubah menjadi batu tapi pada saat
badannya baru setengah yang berubah
menjadi batu Jelita memohon ampun kepada kepada ibunya sambil menagis ternyata
hal itu tidak berhasil badan Jelita tetap saja berubah menjadi batu hingga
seluruh badannya dan menurut orang setempat dikatakan bahwa patung itu masih
ada dan tampak jelas patung itu sedang menagis jadi sejak saat itulah
disebutkan bahwa ada legenda mengenai Batu Menangis.
Sekian
& Terima Kasih :) :) :)
#Written By : Darma Wogisfry * IX-5
P
BalasHapus